Kelangkaan elpiji

500 Tabung Elpiji Ludes dalam 2 Jam

Kompas.com - 16/02/2012, 09:09 WIB

MAJENE, KOMPAS.com - Kelangkaan elpiji 3 kilogram mulai meresahkan warga Sulawesi Barat. Jika sebelumnya elpiji hanya langka di Polewali, Mamasa dan Mamuju, elpiji 3 kilogram mulai sulit didapatkan di semua kabupaten di Sulawesi Barat.

Di salah satu pangkalan elpiji di Kabupaten Majene misalnya, pasokan elpiji sebanyak 500 tabung ludes dalam waktu dua jam. Konsumen yang biasanya membeli ke pengecer kini langsung mendatangi pangkalan dan agen. 

Pangkalan elpiji milik Haji Nasri di Kecamatan Labuang Majene ini sudah dua pekan terakhir lebih sering tutup daripada melayani pelanggannya. Pasokan 500 tabung elpiji yang datang pada Kamis (16/2/2012) subuh, setelah beberapa hari kosong, langsung habis diserbu pembeli dalam tempo dua jam. Padahal itu pasokan itu sedianya didrop ke sejumlah pengecernya.

 

Haji Nasri yang biasanya memasok sekitar 500 tabung ke pelanggannya setiap hari, sejak tiga pekan terakhir tidak bisa melayani permintaan pelanggannya tepat waktu. Order elpiji ke pertamina depot Pare-pare tak bisa dipenuhi.

Minimnya pasokan elpiji ke Sulawesi Barat termasuk ke Majene membuat sejumlah pemilik pangkalan tak kebagian jatah. Hal itu dialami pangkalan dan pengecer elpiji lainnya. Mereka lebih sering menutup usaha karena kehabisan stok dan order ke Pertamina tidak dipenuhi.

"Kami tak mungkin bisa melayani semua pelanggan eceran karena jatah elpiji dikurangi. Jika dulu setiap hari dipasok 500, kini tak menentu," ujar Haji Nasri.

Kelangkaan elpiji sejak lebih dari tiga pekan terakhir menyebabkan harga elpiji melonjak melampaui harga yang ditetapkan pemerintah. Di Majene misalnya harga elpiji naik hinggaRp 20.000 per tabung, terutama di tingkat pengecer. Sementara di Mamuju dan Polewali naik hingga Rp 25.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau